Berita
Narasumber Bekali Guru Sekolah Minggu dengan Pengenalan Gaya Belajar Anak dan Teknik Mengajar Menggunakan Alat Peraga
Narasumber Bekali Guru Sekolah Minggu dengan Pengenalan Gaya Belajar Anak dan Teknik Mengajar Menggunakan Alat Peraga
Nomor: 89/PR/DISKOMINFO/VII/2026
Narasumber Bekali Guru Sekolah Minggu dengan Pengenalan Gaya Belajar Anak dan Teknik Mengajar Menggunakan Alat Peraga
MULIA, 28 Juli 2026 – Pelatihan Metode Pengajaran bagi Guru-Guru Sekolah Minggu Lintas Tujuh Denominasi Gereja yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah melalui Pokja I di Gereja Emaus GIDI Mulia menghadirkan dua narasumber yang membawakan materi mengenai pengenalan gaya belajar anak serta teknik mengajar menggunakan alat peraga bagi guru sekolah minggu.
Materi pertama disampaikan oleh Nelison Wonda, ST., M.Kes. dengan tema "Mengenal Gaya Belajar Anak Sekolah Minggu."
Dalam pemaparannya, Nelison menjelaskan bahwa setiap anak memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda sehingga guru sekolah minggu perlu memahami pendekatan yang tepat dalam menyampaikan Firman Tuhan.
Menurutnya, terdapat tiga gaya belajar utama, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Guru sekolah minggu diharapkan mampu mengenali karakter dan gaya belajar setiap anak agar metode pembelajaran yang diterapkan menjadi lebih efektif, kreatif, serta mudah dipahami.
«"Setiap anak diciptakan Tuhan dengan karakter yang berbeda. Karena itu, guru sekolah minggu tidak dapat menggunakan satu metode yang sama untuk semua anak. Dengan memahami gaya belajar mereka, Firman Tuhan akan lebih mudah diterima dan tertanam dalam kehidupan anak sejak usia dini," jelas Nelison.»
Materi kedua disampaikan oleh Maria Pekey, S.Sos. mengenai Metode Mengajar Menggunakan Alat Peraga bagi Guru Sekolah Minggu.
Dalam penyampaiannya, Maria menekankan pentingnya penggunaan alat peraga sebagai media pembelajaran yang mampu membantu anak memahami Firman Tuhan secara lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan perhatian, minat belajar, serta daya ingat anak terhadap materi yang disampaikan. Beberapa jenis alat peraga yang dapat dimanfaatkan meliputi alat peraga visual, audio, audio visual, serta benda nyata yang disesuaikan dengan materi pembelajaran.
Selain penyampaian materi, para peserta juga mengikuti sesi praktik langsung penggunaan alat peraga serta simulasi metode mengajar yang kreatif. Dalam sesi tersebut, para guru sekolah minggu mempraktikkan cara menyampaikan Firman Tuhan menggunakan berbagai media pembelajaran sehingga materi dapat diterima anak-anak dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, serta diskusi yang berlangsung bersama kedua narasumber. Suasana pelatihan berlangsung aktif, interaktif, dan penuh semangat, mencerminkan komitmen para guru sekolah minggu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anak-anak.
Pada akhir kegiatan, perwakilan peserta, Semira Wonda, menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
Ia menyampaikan komitmen seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sekolah minggu dan pelayanan Awana di gereja masing-masing, serta tetap menjaga etika pelayanan sebagai guru sekolah minggu.
«"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini. Ilmu yang kami peroleh akan kami terapkan dalam pelayanan kepada anak-anak sekolah minggu di jemaat kami masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pelayan Tuhan," ujar Semira Wonda.»
Melalui materi dan praktik yang diberikan, diharapkan para guru sekolah minggu di Kabupaten Puncak Jaya semakin profesional, kreatif, dan inovatif dalam membina anak-anak, sehingga mampu melahirkan generasi muda Papua yang beriman, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki dasar nilai-nilai Kristiani yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.