WABUP DEINAS : OAP DAN WARGA NUSANTARA HARUS BERSATU SEPERTI SEIKAT SAPU LIDI JAGA MULIA TETAP DAMAI

0

Mulia – Semenjak Jumat Siang (27/9) pasca pelantikan Pejabat Eselon II (JPT Pratama) dan Eselon III di Sasana Kawonak Kamis (26/9), terjadi penikaman yang menyebabkan tewasnya salah seorang warga masyarakat yang bernama Bongkar. Alm yang berdomisili di Distrik Irimuli. Hal tersebut dilatari oleh pengaruh miras yang berujung ketersinggungan yang menyebabkan penikaman di Kampung Wandenggobak. Sekelompok massa yang merupakan keluarga korban pun tidak terima dan hendak melakukan pembalasan dengan membawa senjata tajam menuju Pusat Kota Mulia guna mencari pelaku. Aksi mobilisasi massa tersebut membuat aparat TNI Polri tidak tinggal diam. Dihari yang sama Wakil Bupati bersama jajaran Personil Polres dan Kodim 1714/Puncak Jaya serta Personil Batalyon 721/Kotis Palopo menuju lokasi massa berusaha mengamankan situasi dan menyita semua sajam (Panah dan Parang). Kondisi tersebut diperparah dengan isu – isu dan kabar berita yang merebak di medsos pasca kisruh di Wamena dan di Jayapura membuat situasi Kota Mulia sempat panik beberapa hari lalu.

Menyikapi kondisi tersebut dan kejadian di beberapa wilayah di Papua, Forkopimda Puncak Jaya dalam hal ini Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.So, M.Si didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP. Ary Purwanto, Dandim 1714/PJ Letkol. Inf Agus Sunaryo, Staf ahli bidang pemhukpol Ukkas, S.Sos, M.KP serta pejabat eselon lainnya mengumpulkan seluruh para pedagang kios, toko, dan ojek warga  nusantara (baca: pendatang) se kota mulia untuk memberikan arahan cegah tangkal hoax yang beredar bertempat di Lapangan Gor PBSI Pruleme (30/09).

Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo dalam arahannya menyampaikan bahwa sudah bukan hal tersembunyi lagi bahwa dengan adanya peristiwa yang terjadi di beberapa daerah dan jangan sampai dampaknya ke daerah ini “Dengan adanya peristiwa-peristiwa yang terjadi di beberapa daerah, saya sampaikan jangan ada yang menyebarkan berita – berita hoax yang kedepannya akan terkena dampak di daerah kita ini. Saya tekankan untuk para pengendara ojek untuk melakukan aktivitas seperti biasa tetapi tetap menjaga kewaspadaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, untuk itu para pengendara ojek yang sebelumnya berkendara diluar kota mulia agar tidak lagi melakukan hal seperti itu” tegas Dandim. Selain itu pihaknya mengimbau kepada pengendara ojek untuk proaktif memberikan informasi langsung ke pos – pos jika ada kelompok massa bersenjata tajam/ panah selama mengantar penumpang.

Dandim 1714/PJ juga berpesan kepada seluruh pedangang toko dan kios apabila ada indikasi atau berita – berita yang tidak baik atau ada orang baru yang mencoba memprovokasi agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib “Saya harap jika ada indikasi atau isu – isu pembakaran agar segera melaporkan ke kami melalui Kapolres atau saya sendiri agar terciptanya keamanan yang kondusif dan juga kita harus kompak bersama-sama tidak membeda-bedakan ras, suku dan agama untuk menjaga keamanan di kota mulia ini dan jangan terprovokasi tentang isu-isu yang tersebar” harap Dandim.

Sementara itu Kapolres Puncak Jaya AKBP. Ary Purwanto juga berpesan untuk bertekad guna menjaga dan mempertahankan situasi yang aman kondusif di daerah ini “Kami disini bisa dibilang cukup relatif aman, adapun kejadian-kejadian yang terjadi perang seperti kemarin kita sudah mendapatkan laporannya dan saya berterima kasih juga untuk masyarakat yang tidak terprovokasi akan hal itu sehingga tidak meluas. Pesan saya kepada masyarakat pendatang baik komunitas tukang ojek dan pedagang toko/kios yang ada di mulia agar tetap waspada, gegabah, ceroboh dalam bekerja, mengabaikan keselamatan diri, walaupun personil kita banyak disini tetapi kita tidak bisa memantau semua aktivitas warga di mulia ini, kita cuma bisa mengantisipasi dan bersama-sama juga mengantisipasi hal tersebut” ungkap Kapolres.

Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.Sos, M.Si dalam arahannya mengapresiasi masyarakat puncak jaya yang berkolaborasi dengan Pemda serta TNI/Polri bersama-sama bertekad untuk membangun puncak jaya. Pihaknya juga mengimbau untuk tidak terpancing untuk panik dan mengungsi ke kota seperti timika dan jayapura. “Saya yakin jika mental para masyarakat yang ada disini lemah pasti dengan adanya kerusuhan yang terjadi pasti masyarakat akan mengungsi ke daerahnya masing-masing, disinilah kita diuji tentang kebersamaan masyarakat bergandeng tangan denga pemerintah daerah yang bersama-sama membangun oleh karena itu dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan terima kasih kepada masyarakat khususnya pengendara ojek, pedagang kios/toko, tanpa warga nusantara kami tidak bisa membeli sembako dan lain sebagainya. Maka dari itu kebersamaan adalah hal yang paling penting sekali kita jaga dalam NKRI, memang benar kerusuhan terjadi di beberapa wilayah lain tetapi disini kita harus menjadi satu, Kita menolak HOAX-HOAX yang tidak bertanggungjawab datang mengganggu di Kabupaten Puncak Jaya ini terutama yang disebar lewat Medsos. Kehidupan media sosial sehat pasti kehidupan sosial bermasyarakat pasti aman dan damai” ungkap Wabup Deinas.

Ia juga menegaskan bahwa disini tidak menilai Suku, Budaya, Agama dan Ras karena dalam cakupan Wilayah NKRI semua elemen masyarakat harus menjadi satu “Ibarat contoh sapu lidi jika kita ikat dengan banyaknya sapu lidi kekuatannya akan menjadi besar, dari sabang sampai merauke walaupun berbeda-beda suku, budaya, agama dan ras tetap menjadi satu seperti kita disini walaupun Non Papua dan Papua kita bersama-sama mendamaikan dan menjaga keamanan di Kabupaten Puncak Jaya ini” tegas Wabup.

Tujuan dengan diadakannya pertemuan ini bukanlah untuk menakuti para pengendara ojek, pedagang kios/toko tetapi untuk menyamakan persepsi, menyamakan satu tujuan, satu pikiran, satu komitmen bersama untuk membangun, menjaga, dan mendamaikan khususnya di wilayah Kabupaten Puncak Jaya

Kendati demikian, Wabup Deinas sendiri juga tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada jaminan keamanan di Puncak Jaya” Tidak ada jaminan 100% kondisi aman di wilayah ini dengan kategori indeks 50% kewaspadaan. Ibarat sebelum hujan sediakan payung dan 50% adalah kenyamanan karena disini tidak membeda-bedakan, tetap jaga diri dan keselamatan keluarga besar nusantara dengan tidak mengucapkan ujaran yang dapat membuat ketersinggungan” ungkap Deinas.

Pasca kerusuhan Wamena dan Jayapura serta daerah lainnya, diindikasikan adanya kelangkaan BBM di Kota Mulia. Pasalnya Suplai Sembako dan BBM (Minyak tanah, Bensin dan Solar) yang didatangkan dari Wamena terhambat akibat kerusuhan yang berdampak pada pembakaran kendaraan lajuran dan situasi yang belum kondusif. Wabup Deinas langsung memerintahkan Agen Alda Trans Papua untuk mengangkut BBM Charteran untuk diantrikan kepada Masyarakat Puncak Jaya dari Jayapura.

Selepas pengarahan beberapa pengendara ojek dan pemilik kios kembali melaksanakan aktivitas jual beli dan transportasi publik seperti biasa.

Share.

About Author

Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply