TANDATANGAN NPHD DAN PENYERAHAN MESIN GILING KOPI, BUPATI : SPONSOR BESAR PON PAPUA 2020 ADALAH KOPI ASLI PUNCAK JAYA

0

Mulia – Mengawali aktivitas setelah libur HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua serta cuti bersama maka Apel Gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM didampingi Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.Sos, M.Si, Plh. Sekda serta Para ASN, LMA, Ormas, Instansi Vertikal yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Puncak Jaya (10/2).

Dalam Apel tersebut Bupati Puncak Jaya menandatangani NPHD dan Penyerahan Alat Mesin Manual Giling Kopi kepada Perwakilan Petani Kebun Kopi sebanyak 5 buah yang disaksikan oleh Seluruh ASN yang hadir.

Sebelum menyerahkan alat tersebut Bupati Puncak Jaya mendemonstrasikan penggilingan kopi tersebut jikalau memang alat ini berfungsi dengan baik serta mengatakan juga bahwa dalam masa kepemimpinannya tidak pernah menyerahkan uang banyak tetapi sebelumnya sempat menyerahkan alat-alat bertani seperti Linggis, Sekop, Parang dan Kapak “Kami di Puncak Jaya di Pegunungan tengah ini dalam mencari nafkah hidup adalah berkebun, hari ini tercatat bahwa kita tidak pernah memberikan uang besar tetapi dengan demikian hari ini kami menyerahkan alat penggiling kopi dari dana otsus tahun 2019 melaui Dinas Perkebunan dan Kehutanan dan akan kami coba bahwa benar-benar alat ini bisa digunakan dengan baik”.

Selain itu Bupati Puncak Jaya dalam Amanatnya mengatakan semua dana yang terserap dari APBD maupun APBN wajib menandatangani NPHD “Jadi kami di Puncak Jaya ini juga menyiapkan bantuan hibah kepada Instansi – Instansi Vertikal sehingga wajib menandatangani NPHD, ini harus dipertanggungjawabkan karena yang namanya uang APBD. Setiap uang yang kita serahkan harus wajib dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang dikeluarkan” tegas Bupati.

Bupati juga menambahkan kedepannya harus merubah cara hidup masyarakat bahwa masyarakat yang ada disini selalu berkebun petatas yang usianya tidak sampai ke generasi – genarasi berikut “Contohnya kita buka kebun, menanam ubi, keladi, singkong dan lain-lain itu hanya panen dua sampai tiga bulan sudah selesai, rumput sudah naik dan harus berkebun lagi maka pekerjaan tersebut menguras energi, waktu dan segala pembiayaan pun habis. Hal itu juga akan habis disitu, kita tidak memikirkan untuk generasi selanjutnya yang hanya beberapa bulan saja kita makan” ungkap Bupati.

“Tetapi yang namanya Kopi ini kita tanam walaupun sudah matipun tetap masih ada dan anak cucu kita bisa menikmati dan nilai jual kopi sangat berbeda di kisaran 100 sampai dengan 400-an. Jadi kami harus merubah kebiasan kita yang ada, kami tidak melarang juga untuk berkebun petatas tetapi harus memikirkan juga generasi kedepan. Saya juga mengapresiasi kepada para petani kopi, setiap tamu datang mereka sudah melihat sendiri perkebunan kopi tersebut bahkan Sekda Provinsi Papua sekarang ini mempromosikan Kopi Mulia dimana-mana bahwa Sponsor Besar PON Papua 2020 ini adalah Kopi Asli Puncak Jaya” tambah Bupati disambut tepuk tangan.

Dalam amanatnya Bupati menyinggung bahwa ditegaskan dalam Pengambilan SK CPNS tidak boleh diwakili “Saya sudah menegaskan bahwa dalam penyerahan ataupun pengambilan SK tidak boleh diwakili karena yang kerja adalah oknum itu sendiri bukan keluarga. Jadi diharapakan kepada CPNS beritahukan kepada teman-teman yang lain pengambilan SK itu bawa KTP kasih lihat baru ambil, tidak boleh diwakili-wakili. Jadi jangan ngotot banyak” tegasnya.

Sementara itu sebelum menutup amanatnya bupati menginstruksikan kepada kepala OPD bahwa selama ada pemeriksaan BPK, semua staf sudah harus berada di tempat tugas “Saya tidak mau mendengar laporan bahwa ada alasan Bendahara, Sekretaris maupun PPTK tidak berada di tempat tugas, dalam minggu berjalan ini saya sudah perintahkan bahwa wajib tinggal di tempat. Kita harus menunjukan bahwa kita disini harus proaktif walaupun ada kekurangan-kekurangan itu adalah hal yang biasa” Tutup Bupati.

Share.

About Author

Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply