Pers Release|

Mulia – Di tengah kabut yang menyelimuti puluhan mobil lajuran yang terparkir di alun-alun Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya pagi tadi siap melakukan Penyemprotan Desinfektan guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid 19. Penyemprotan Desinfektan di lakukan di Lapangan Alun-alun Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (29/4).

Hiruk pikuk aktivitas bongkar muat dan penyemprotan dibantu pihak TNI Polri , Gugus Covid 19 Puja, Dinkes dan personil Satpol PP telah dilakukan sejak malam.

Demi mengantisipasi penularan Covid 19 di Kabupaten Puncak Jaya disisi lain pertimbangan stok pangan yang mulai menipis kendati barang logistik masih dapat ditopang via udara dengan konsekuensi harga yang melambung menjadi alasan penting keputusan rapat beberapa pekan lalu. Bupati Pumcak Jaya melalui Plh. Sekda, Mulyadi, S.Sos, M.AP, MKP memberikan himbauan dan arahan kepada seluruh supir lajuran yang masuk membawa barang angkutan untuk melakukan penyemprotan serta pembongkaran barang sembako berpusat hanya di lapangan alun-alun Pagaleme. Keputusan ini diambil guna membatasi mobilitas manusia yang memungkinkan kontak dengan yang lain.

Mulyadi menyampaikan kepada “Rekan-rekan supir lajuran yang dapat saya sebut sebagai Pahlawan Ketahanan Pangan, atas nama Pemerintah dan masyarakat kami ucapkan terima kasih. Kendati penuh resiko dapat dilalui dengan baik sampai tiba disini. Kita dalam kondisi darurat Covid jika dalam kondisi darurat maka segala kenyamanan harus dikesampingkan demi keamanan anda dan masyarakat Mulia khususnya dan Puncak Jaya pada umumnya. Protokol kesahatan harus tetap saudara ikuti demi keselamatan bersama. masukan dapat disampaikan lewat koordinator agar nanti dapat di sampaikan secara langsung ke Pimpinan Daerah untuk di evaluasi agar nanti pelaksanaannya lebih efektif, saya berharap kita lebih disiplin dan kita harus memastikan apa yg kita lakukan ini tidak berdampak negatif” ungkapnya.

Koordinator supir lajuran, Hasyim mengatakan “Ada beberapa kendala yang menghambat kami di perjalanan seperti palang dan jalan yang jelek bekas longsor membuat salah satu mobil lajuran tergelincir dan terbalik, sehingga kami harus menunggu untuk mengangkut muatan kembali sehingga agak terlambat, masih ada 6 unit dalam perjalanan kemari. Palang juga masih banyak disepanjang jalan jadi mohon pengawalan aparat saat kami kembali ke Wamena” ungkap Hasyim.

Adapun jumlah kendaraan yang terdata tiba di Kabupaten Puncak Jaya sebanyak 90 mobil yang tergabung dengan strada dan truk, serta supir dan kernet yang berjumlah 174 orang. Untuk kios diberi jatah satu unit kendaraan dan sisanya adalah truk pengangkut Beras rutin dan logistik instansi yang sangat dibutuhkan. Kendati demikian masih ada mispersepsi masyarakat yang mengira ini bantuan pemda untuk masyarakat. Ewonggen Kogoya selaku Kadisperindag menyampaikan dalam bahasa lani bahwa ini adalah barang kios agar harga bisa kembali normal karena lewat darat bukan lewat udara. Sehingga dapat terjangkau dan stok bama dapat stabil, apalagi bulan puasa sangat penting untuk menyediakan bama cukup bagi saudara muslim ujarnya.

Untuk pengaturan dalam pembongkaran barang lajuran di lakukan secara instansi serta dilakukan penyemprotan densifektan terlebih dahulu dan termal scanner utk supir dan kernet/helper.

Adapun pihak kios-kios yang hendak menjemput barang harus di lakukan secara berurutan agar tidak terjadinya penumpukan serta menghalangi jalur yang ada.

Dalam kesempatan tersebut Tim Covid 19 Kabupaten Puncak Jaya juga melakukan pengecekan suhu kepada seluruh supir dan kondektur yang tiba di Kabupaten Puncak Jaya serta menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan apabila sedang dalam keadaan tidak sehat.

Diharapkan dengan masuknya logistik dapat memberikan pangan yang cukup beberapa pekan kedepan tutup salah seorang ASN.

Close Search Window