FORKOPIMDA PROVINSI PAPUA TINJAU KONFLIK PEMILUKADA PUNCAK JAYA

0

Mulia – Guna Mengkoordinir massa yang ada di Puncak Jaya yang telah menyepakati Pakta Patah Panah yang dilakukan sehari sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE, MM didampingi Kapolda Papua Irjen Pol. Boy Rafli Amar, M.H, Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit bersama Ketua DPRP Papua Yunus Wonda dan Ketua Komisi I DPRP Papua Elvis Tabuni, Pdt. Usman Kobak dan Bupati Puncak Jaya Drs. Henok Ibo, Ketua 2 DPRD Puncak Jaya Mendi Wonorengga, Kapolres Puncak Jaya AKBP. Hotman Hotabarat, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Hindratno Devidanto, Plh. Sekretaris Daerah Akbar Fitrianto, S.STP melakukan kunjunga ke Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (4/7) kemarin.

Pada Kunjungan tersebut Forkompimda Papua didampingi Forkompimda Puncak Jaya melakukan Inspeksi ke Posko – Posko Paslon nomor urut 1, 2 dan 3. Dalam Inspeksi tersebut Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, M.H mengatakan jangan saling membunuh diantara masyarakat yang sebenarnya saling bersaudara “Kalau kita melihat masalah pemilu, sebenarnya pemilukada dan PSU sudah usai. Oleh karena massa pendukung dan seluruh masyarakat yang hadir yang mendukung pasangan masing-masing tidak dibenarkan untuk melakukan aksi kekerasan apalagi saling membunuh, kami datang ke puncak jaya menginginkan puncak jaya yang damai, marilah sama-sama mewujudkan suasana yang damai di tanah papua khususnya di puncak jaya, hanya dengan damailah kita bisa memperoleh kebahagiaan, kalau bapak-bapak berperang yang ada hanya kedukaan dan kemalangan, kami tidak mau orang mati hanya karena tindakan-tindakan ini, biarlah mati itu menjadi urusan Tuhan” Ungkap Kapolda Papua.

Disaat yang sama Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit mengatakan dalam keyakinan dan ajaran Kristen yang sama mengajarkan bahwa sesama manusia harus saling mengasihi “Yesus Kristus mengajarkan bahwa sesama manusia harus saling cinta – mencintai, kami bersama bapak bapak yang datang dari jayapura sangat menyayangkan dengan adanya kejadian ini dan turut berduka cita terhadap sodara-sodara kita yang menjadi korban yang sudah meninggal mendahului kita, tentunya kejadian ini tidak kita inginkan semuanya maka itu sebagai anak-anak Tuhan harus patuh kepada aturan dan hukum yang berlaku. Sekali lagi saya mengajak kita semua agar stop berkelahi, stop saling membunuh mari kita sama-sama menjunjung rasa kemanusiaan, hormat menghormati, harga menghargai, cinta mencintai dan saling sayang antara satu dengan yang lainnya” himbau Pangdam.

Disela-sela itu pula Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE, MM menghimbau kepada masyarakat pendukung agar jangan saling membunuh karena semua adalah keluarga “Saya bisa datang disini boleh sebagai wakil gubernur ataupun sebagai keluarga, semua yang ada disini maupun disana adalah keluarga saya, saya mengerti kita dalam keadaan yang sedih dan sayapun sedih karena kita mengalami situasi masalah yang sebenarnya tidak kita inginkan. Sekarang saya berbicara sebagai wakil Allah dan semua yang hadiri disini adalah umat Allah bukan sebagai pribadi masing-masing bukan dari kampung masing-masing. Barang-barang ini semua telah kita lepaskan waktu terima Injil di Papua, semua kegiatan yang melanggar Injil adalah Dosa karena saya sudah terima kristus, kalian boleh suka saya apa tidak saya sudah terima Kristus dan saya tidak mau berhubungan dengan hal-hal seperti ini. Karena itu saya minta sebagai sodara dan keluarga saya mari kita damai dengan suka cita” Ungkapnya

Ketua DPRP Provinsi Papua Yunus Tabuni mengatakan selama pilkada berlangsung beliau netral hingga sekarang “Saya tidak bisa melihat hanya satu tempat, saya hadir untuk semua, saya hanya minta satu, saya tidak mau datang ke kampung halaman saya dengan keadaan menangis, saya mau daerah ini dibangun, kami bekerja keras untuk bangun daerah ini bersama bapak bupati, kalian tidak akan menjadi pahlawan dengan berkorban atau terkena panah tidak ada, jangan karena pilkada ini kita semua terpecah belah, keluarga yang duduk sama selama ini akhirnya menjadi musuh. Jadi intinya saya hanya minta satu untuk berhenti berperang sesama sodara, mari kita membangun pemahaman yang baik tentang politik yang baik pula” tuturnya.

Bupati Puncak Jaya Drs. Henok Ibo pun mengatakan kepada masyarakat untuk berhenti berperang “Saya adalah penanggungjawab pemerintahan dan pembangunan di kabupaten puncak jaya ini makanya kemarin siang kami semua sudah menyepakati surat pernyataan Pakta Patah Panah bahwa di Puncak Jaya perang sudah selesai, jadi kami datang kesini tujuannya hanya satu mau memberi nasihat karena kita semua keluarga dan banyak korban sudah berjatuhan, dan keinginan masyarakat bagaimana kami akan terima, dan besok setelah pasangan calon datang lalu kita berbicara untuk melakukan patah panah, itulah keputusan pemerintah dan dilarang keras masyarakat membawa panah dan parang” tegas.

Share.

About Author

Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply