News|

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (KETAPANG), Kabupaten Puncak Jaya

Mulia, – (PUNCAKJAYAKAB.GO.ID), Dalam rangka menciptakan ketahanan pangan masyarakat, khsusnya dalam p manfaatan pangan lokal daerah, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak Jaya melakukan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal menjadi dalam berbagai macam olahan pangan yang sederhana, murah namun bernilai gizi tinggi yang berasal dari bahan pangan segar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yarien Wonda, A.Md.Hut, saat membuka pelatihan dan pembinaan kelompok tani di halaman Kantor Dinas Ketahan Pangan Kampung Pruleme rabu (22/9/21).

Pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis pangan segar diikuti oleh kelompok tani binaan dinas, organisasi perempuan dan masyarakat umum. Turut hadir dalam pelatihan ini Pasiter Satgas Yonmek 521/DY Kapten Inf. Muslih, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Neng Is Resanti Fajar, SP. MP dan seluruh staf Dinas Ketahanan Pangan. Pelatihan berjalan dengan penerapan prokes kesehatan 3 M.

Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan , Neng Is menjelaskan bahwa Dinas Ketahanan Pangan merupakan dinas yang bergerak dalam bidang ketahanan pangan di Puncak Jaya. Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan daerah khususnya pangan lokal, telah banyak melakukan terobosan dan inovasi dengan memanfaatkan tanaman khas daerah seperti ubi-ubian dan tanaman buah lainnya. Ubi dapat diolah menjadi beras analog, mie dan aneka kue. Selain pengolahan pangan untuk kebutuhan pangan juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Ketahanan pangan berhasil jika rumah tangga itu bisa mandiri dalam ketahanan pangannya, mandiri dalam hal ketersedian pangan, dia tidak bergantung kepada orang lain, bantuan pemerintah dan pangan dari luar daerah. Diharapkan dengan pelatihan dan bimtek ini, kita bisa belajar bagaimana cara kita menghidupi diri sendiri maupun  keluarga. Salah satu cara yaitu memanfaatkan pekarangan rumah.  Jadi dengan memanfaatkan pekarangan ada 3 aspek ketahanan pangan antara lain pertama Ketersedian pangan rumah tangga  dari pekarangan yang, kedua konsumsi atau kebutuhan pangan terpenuhi dan ketiga keterjangkauan pangan, tutur Neng Is

Lanjut Neng Is mengatakan bahwa pelatihan/bimtek pengolahan bahan pangan lokal Puncak Jaya merupakan pelatihan tahun ketiga,  sedangkan pengolahan bahan pangan turunan lainnya dengan system mekanisasi ( dengan mesin). Patut mendapat apresiasi dari TNI yang telah membatu Dinas dalam melatih kelompok tani khususnya pengolahan nenas menjadi keripik. Semoga pelatihan ini berjalan lancar dan berharap dukungan pimpinan untuk kesuksesan pelatihan dimasa yang akan datang dalam rangka pemenuhan ketahan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (kominfoPJ.bi)

Close Search Window