News|

Mulia, (PUNCAKJAYAKAB.GO.ID) – Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM menggelar rapat lintas sektoral bersama dengan TNI-Polri, Denominasi Gereja/Masjid, Instansi vertikal, Ormas/LMA/Suku terkait dengan situasi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya, bertempat di Aula Sasana Kaonak, Kamis ( 22/07/2022).

Foto Diskominfo PJ Indah

Rapat lintas sektoral dipimpin langsung oleh Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos,S.IP,MM didampingi oleh
Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, SH,.S,IK,. MH. Dandim 1714/PJ Denny Salurerung, S.Sos, Wakil Ketua I DPRD Miren Kogoya, Danyon 113 dan 301, rapat ini dimoderatori oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ordianto Baruri, S.Pt.

Yuni Wonda, menyampaikan bahwa rapat lintas sektoral ini kita lakukan secara mendadak karena diluar sana sudah banyak kejadian terjadi, dan untuk menghindari semua kejadian itu di Kabupaten Puncak Jaya, maka kita melaksanakan rapat terbuka ini.

AKBP Kuswara, berharap agar seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, denominasi gereja/masjid untuk tetap menjaga situasi aman di Kabupaten Puncak Jaya

“agar seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk tetap menjaga situasi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya, karena selama kepimpinan Bupati dan wakil Bupati Puncak Jaya kurang lebih 5 (lima) tahun Daerah ini dalam keadaan situasi aman” harap Kuswara.

Ditempat yang sama, Dandim 1714/PJ Denny Salurerung, mengajak seluruh kepala suku, kepala kampung, kepala distrik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan untuk tetap menjaga keamanan

” agar situasi di Kabupaten Puncak Jaya tetap dalam keadaan kondusif, maka kami mengajak seluruh kepala suku, kepala kampung, kepala distrik, toko agama, toko masyarakat, toko perempuan untuk tetap menjaga keamanan, supaya kedepannya Kabupaten Puncak Jaya lebih baik” ajak Denny Salurerung.

“Lanjut Denny salah satu sumber pemicu masalah gangguan keamanan di Puncak Jaya adalah miras, karena mabuk bisa membuat orang kehilangan akal sehat dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, sebagai contoh dua hari yang lalu terjadi pemalakan dijalan dan pelemparan kios oleh orang mabuk, saya menyarankan agar prioritas utama dalam penegakan penyakit masyarakat adalah penertiban miras” sarannya.

Foto Diskominfo PJ Indah

Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt. Telius Wonda, S.Th dalam hal ini mewakili toko agama, mengatakan demi kenyamanan masyarakat, maka setiap pos wajib melakukan sweeping alat tajam dan panah serta bagi yang menjual miras atau pelaku pembuat miras lokal agar segera di pulangkan.

Sekwan Daud T. Wendamily, SH, M.KP menyampaikan bahwa pol PP perlu menertibkan ASN rumahnya dijadikan tempat penjualan togel.

“kurangnya kesadaran ASN terhadap perilaku penyakit masyarakat (miras, togel, perjudian) dan untuk menertibkan perilaku buruk ASN ini, maka kita perlu melibatkan Satpol-PP untuk menertibkan rumah dinas ASN yang diindikasikan tempat menjual togel dan kepada tokoh adat agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit masyarakat (miras, togel, perjudian)” harap Wondamili.

Dari semua masukan, Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos,S.IP,MM mengambil sebuah keputusan, diantaranya:

“Pertama, Yuni Wonda mengajak semua pihak untuk tetap bersama-sama menjaga keamanan termasuk kepala distrik harus menjaga kondisi wilayahnya masing-masing”,

“kedua, menggugah kesadaran masyarakat lebih diutamakan dibanding aturan hukum (perda), perda itu hanya aturan tapi jika masyarakatnya tidak berubah, apalah arti dari sebuah perda adat”.

“Ketiga, menyikapi berbagai aksi kriminalitas terjadi karena miras, Forkopimda akan turun langsung untuk melakukan sidak dalam rangka mencegah/menindak tegas penyakit masyarakat (miras, togel/judi, prostitusi, dsb)”

” Keempat, untuk antisipasi gangguan keamanan di Kabupaten Puncak Jaya yang mungkin timbul dari dampak gangguan keamanan di Kabupaten Nduga dan Pegunungan Bintang, kami akan mengeluarkan Surat Edaran mengenai penertiban segala bentuk alat tajam. Pos keamanan harus tetap siaga dan menjaga ketat agar siapapun yang masuk ke dalam Kota Mulia bahkan dimana saja, agar alat tajam yang di bawah masyarakat disita”,

“kelima, penyaluran dana desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, namun dalam realitanya masih belum tepat sasaran/ disalahartikan oleh oknum tertentu yang dapat membuat situasi ditengah masyarakat semakin kacau, maka dari itu juga kita perlu sosialisasikan hal ini kepada masyarakat”,

“Keenam,
bagi aktivitas ojek yang kendaraan keluar masuk mulia untuk tetap mengutamakan keselamatan, dan yang lebih penting adalah tetap memenuhi peraturan yang telah ditetapkan atau diterbitkan sebelumnya termasuk kepada Non Papua agar jangan keluar kota Mulia mengantar penumpang”,

“Ketujuh, Bagi operasional jual beli dalam hal ini tokoh, kios, bengkel warung agar tetap memperhatikan batas operasional buka pukul 06.00 – 18.00 wit, jika lewat dari jam itu maka saya akan mencabut surat izin”.

Foto Diskominfo PJ Indah

Dalam Wawancara Yuni Wonda menyampaikan bahwa Papua itu merupakan tanah yang diberkati oleh Tuhan dengan demikian perlu menjaga kedamaian, kenyaman untuk tetap kita ciptakan, Puncak Jaya ini hampir 15 tahun kami tersekap karena gangguan keamanan yang terjadi tetapi karena adanya sinergisitas, komunikasi yang dibangun antara semua institusi dan komponen masyarakat, itu membuahkan hasil dimana puji Tuhan dalam kurun waktu lebih 5 tahun ini Daerah Kabupaten Puncak Jaya 90% dalam keadaan aman.

lanjut Yuni Wonda, kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, kami ikut berbelasungkawa terhadap korban-korban yang dialami oleh Masyarakat di Kabupaten Nduga dan Pegunungan Bintang, kami berharap semoga tidak lagi terjadi hal demikian di Kabupaten lain.

Yuni Wonda menambahkan bahwa kami melaksanakan rapat ini, agar bagaimana wilayah Kabupaten Puncak Jaya ini jangan sampai kejadian di Daerah lain itu akan berdampak ke Kabupaten Puncak Jaya, sehingga kami fokus untuk tetap mengantisipasi jangan sampai hal-hal seperti itu terjadi, ada beberapa ruas/lokasi untuk kami tingkatkan keamanan.

Yuni Wonda, menegaskan bahwa mengenai miras, togel dan perjudian kami akan melakukan pemeriksaan, jika masih ada sampai saat ini maka kami akan melakukan tindakan.

Yuni Wonda mengimbaun kepada seluruh masyarakat tidak mudah terprovokasi

” kepada seluruh masyarakat secara khusus Kabupaten Puncak Jaya bahwa tidak ada oknum-oknum tertentu yang masuk bahkan juga memprovokasi, mengasut isu-isu yang tidak bagus, maka segera laporkan kepada pimpinan dan kami melakukan tindakan”.imbauan Yuni Wonda.

Kapolres Kuswara, Puncak Jaya menambah bahwa pada prinsipnya di Kabupaten Puncak Jaya aman terkendali, namun ada di beberapa Daerah seperti Nduga, Pegunungan Bintang yang terjadi, kami menghimbau dari kepolisian Resort Puncak Jaya kepada seluruh masyarakat secara khususnya Kabupaten Puncak Jaya kita jangan termakan isu atau jangan mudah terprovokasi, biarkan kejadian yang ada diluar menjadi pembelajaran bagi kita yang penting untuk di Wilayah kita mari kita sama-sama menjaga.

Dandim 1714/PJ Denny Salurerung, S.Sos, mengatakan untuk menyikapi situasi yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya kami selaku TNI yang sifatnya membantu melakukan bantuan keamanan operasi sesuai dengan SOP yang ada, langkah-langkah yang kami sudah laksanakan pada saat ini adalah sweeping di daerah-daerah tertentu yang kami anggap rawan dan selanjutnya melaksanakan sidak ditempat-tempat yang disitu ada miras dan perjudian (Kominfo/PJ/imanus).

Close Search Window