APEL PENUTUPAN PELATIHAN SATGAS MUTIARA HITAM “AMANAH”, BUPATI TEKANKAN PERUBAHAN TINGKAH LAKU

0

Mulia – Setelah dua hari lamanya menjalani Wadah chandradimuka pelatihan mental, disiplin dan PBB dasar satuan tugas Amanah, Staf ahli Bupati Bid. Pemerintahan, Hukum dan politik, tutup dengan pemukulan tifa dan penanggalan tanda peserta(16/7)
Dibuka simbolis oleh Bupati pada hari senin lalu, skuad mutiara hitam Amanah ini menjalani latihan fisik, PBB dasar, bina mental disiplin yang dipusatkan di lapangan Alun-alun Pagaleme. Perlu dicatat bahwa keberadaan ormas ini merupakan personil pendukung sebagai mitra pemerintah bersama Kepala Suku, pejuang Pepera, LMA, Forum peduli pembangunan, Pemuda Peduli Puncak Jaya serta Perempuan peduli Puncak Jaya yang dilantik bupati Tahun 2018 silam. Selain itu mereka yang direkrut dan diangkat serta diupah melalui APBD Puncak Jaya merupakan 99 % putra daerah Puncak Jaya.
Amanat Bupati Puncak Jaya yang secara lisan disampaikan Sahli Bupati Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik Matius Kiwo, SE, MA menyampaikan bahwa. “Meskipun singkat selama 2 hari lamanya, semua materi pembelajaran meskipun singkat harus dipahami dan diterapkan dikehidupan sehari hari, terutama di rumah, kantor bahkan pergaulan. Harus ada perubahan pola laku, pola pikir dan pola kerja oleh semua personil satgas amanah.” Ungkap Kiwo. Pihaknya berharap personil Satgas amanah merenungkan kembali kenapa satgas amanah ini dibentuk. Ada alasan kuat kenapa harus dibentuk, landasan prinsip itu yang harus dipahami baik. Yaitu sebagai agen perintis dan pendorong Aman, mandiri dan sejahtera.
Ditempat yang sama selaku Ketua Panitia, Kabag Tata Pemerintahan Irwan Tabuni, SSTP mengungkapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah menduiung terselenggaranya giat tersebut sampai selesai. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua panitia dan pelatih dari Kodim 1714/PJ yakni Serda Dwi dan Serda David Simanjuntak yang telah melatih peserta dan perawat/suster dari Dinas Kesehatan serta Bagian humas yang telah ikut berpartisipasi. Pihaknya mengatakan bahwa banyak solusi dan pemikiran untuk memajukan OAP tetapi banyak juga yang tidak memberikan perubahan. “Ini salah satu bukti keberpihakan kepada OAP, dengan melatih mereka dan menempatkan mereka dalam budaya kerja, mereka akan terstimulus untuk disiplin dan mandiri. Minimal sikap dan mental mereka dibina. Sesuai slogan kami Kalau bukan kami siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi” Tutup Irwan. Kabag Tapem juga menambahkan agar selepas ini, kebiasaan positif harus terus dibiasakan dan jangan dilupakan.
Selepas itu ke 59 personil mengabadikan foto bersama panitia. Selanjutnya serdadu mutiara hitam ini akan diperbantukan untuk pelayanan pimpinan dan Pengamanan kegiatan rutin pemda.

Share.

About Author

Leave A Reply